Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tempat Bersejarah Di Kota Cimahi Yang Telah Terdaftar Di Cagar Budaya Indonesia

Kota Cimahi terkenal dengan julukan Kota Tentara, karena banyak terdapat kantor-kantor dan pusat pelatihan TNI di kota ini. Hal tersebut sangat wajar karena pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Cimahi dijadikan sebagai Pangkalan Militer Hindia Belanda. Maka tak jarang bila dikota ini masih banyak bangunan-bangunan tua bersejarah peninggalan pemerintah Hindia Belanda.

Berikut 10 tempat bersejarah di Kota Cimahi yang telah didaftarkan di Cagar Budaya Indonesia:

1. Rumah Sakit Dustira
Gedung seluas 14 hektar ini dibangun pada tahun 1887 pada zaman pemerintahan Hindia Belanda yang difungsikan sebagai rumah sakit militer Hindia Belanda. Setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia, rumah sakit ini diserahkan kepada TNI yang diwakili oleh Letkol Dokter Kornel Singawinata sekaligus sebagai kepala rumah sakit pertama.

Foto Depan Rumah Sakit Dustira 

Setelah dikelolah oleh TNI  rumah sakit ini berganti nama dengan Territorium III. Namun pada tanggal 19 Mei 1956 pada saat memperingati hari ulang tahun Territorium III/Siliwangi yang ke-10, panglima Territorium III/Siliwangi yaitu Kolonel Kawilarang menetapkan rumah sakit ini sebagai Rumah Sakit Dustira. Hal itu didasarkan untuk mengenang jasa Mayor Dr. Dustira Prawiraamidjaya yang telah membantu para pejuang dimedan perang.

Bangunan ini mulai dibangun pada tahun 1895 pada masa pemerintah Hindia Belanda. Gedung bergaya Yunani dan Romawi ini mengadopsi gaya Indische Empire Stijl. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda gedung ini dinamai Societiet Voor Officieren.

Kemudian setelah kemerdekaan Republik Indonesia gedung ini dikelolah oleh TNI AD dan diberi nama Balai Prajurit Sudirman atau Gedung Sudirman. Setelah itu pada tahun 2012 gedung ini disewakan kepada salah satu pengusaha dan berganti nama dengan The Historich hingga sekarang.

Gereja katolik Santo Ignatius

Gereja ini awalnya dibangun pada tahun 1906 dibawah pengawasan Pastor Martinus Timmer SJ dan Pastor Jacobus Van Santen (1907) kemudian diteruskan oleh Pastor Joanes Kremer (1908) dengan luas bangunan gereja 8x16 meter berbentuk lurus dengan fascade bergaya noe romantic dengan langit-langit dan jendela yang melengkung dan selesai pada tanggal 20 Desember 1908. Namun setelah itu sempat mengalami beberapa kali renovasi hingga sekarang.

4. Masjid Baiturohman (Usman Domiri)
Bangunan ini telah berdiri dari tahun 1938 yang dibangun oleh KH Usman Domiri. Masjid seluas 2000 meter persigi ini masih berdiri kokoh setelah beberapa kali dilakukan renovasi. Disamping masjid ini terdapat beberapa makan tua yang salah satunya adalah makan KH Usman Domiri pendiri masjid sekaligus sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia.

5. Kolam Renang Berglust
Kolam renang ini merupakan tempat favorit orang-orang pada masa pemerintahan Hindia Belanda, tempat ini merupakan bagian dari hotel Emma yang dibangun pada tahun 1898. Setelah Indonesia merdeka tempat ini dikelolah oleh Polri, namun sampai tahun 2000an tempat ini masih diurus oleh orang keturunan belanda yang tinggal ditempat tersebut. Hingga kini kolam ini tidak berfungsi dan tidak terawat.

6. Stasiun Cimahi
Foto Bagian Depan Stasiun Cimahi

Pembangunan stasiun ini diprakrasai oleh salah satu perusahaan milik Pemerintah Hindia Belanda dan mulai beroperasi penuh pada tanggal 17 Mei 1884. Stasiun ini semula memiliki lima jalur kerta api dengan jalur 1 dan 2 merupakan jalur sepur lurus, namun hanya jalur 1 dan 4 saja yang di gunakan, sehingga hanya tersisa empat jalur saja.

7. Penjara Pancol
Bangunan ini dibangun pada tahun 1886 dan diberi nama Militair Strafgevangenis atau Penjara Militer yang dihususkan untuk para tawanan musuh dan prajurit yang tidak disiplin. Pasa masa pendudukan Jepang di Indonesia 1942-1945 bangunan ini sempat dijadikan sebgai kamp konsentrasi Jepang untuk menahan penduduk sipil dan tahanan militer.

8. Bioskop Rio
Gedung ini merupakan satu-satunya bangunan bioskop yang ada di Cimahi pada zaman Hindia Belanda. Bioskop ini mulai dibangun pada tanggal 23 Oktober 1937 dan baru beroperasi pada tahun 1947. Film pertama yang ditanyangkan dibioskop ini berjudul Pardon My Sorong pada tanggal 23 Maret 1947 kemudian pada tanggal 31 Maret 1947 menayangkan film berjudul Tall In The Saddle, sejak saat itu bioskop ini konsisten memutar film-film Holywood dan film Indonesia.

Seiring berjalannya waktu bioskop ini gulung layar dan bangunanya sempat menganggur, hingga tahun 2010an bangunan bioskop ini direvitalisasi. Sebagian besar masih tetap mempertahankan bentuk awal bangunan terutama dibagian atas, namun bagian depan dinding tembok bagian depan dan samping hilang. Gedung ini sekarang berfungsi sebagai ruko (konter ponsel).

9. Pos Penjagaan Loji
Bangunan ini dibangun pada tahun 1881 pada masa perintahan Hindia Belanda, bangunan yang letaknya dipusat kota ini tepatnta dekat alun-alun cimahi dibangun bersamaan dengan pembangunan jalan Anyer - Panarukan. Gedung ini kini beralih fungsi sebagai toko buku.

10. Abattoir atau Rumah Potong Hewan (RPH)
Bangunan bersejarah ini merupakan salah satu peninggalan pemerintah Hindia Belanda, namun sejak tahun 1990 bangunan ini terbengkalai dan tidak terurus. Bangunan seluas 10.000 meter persegi ini akan direnofasi dan difungsikan kembali oleh pemerintah Kota Cimahi.

Posting Komentar untuk "Tempat Bersejarah Di Kota Cimahi Yang Telah Terdaftar Di Cagar Budaya Indonesia"