Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Berdirinya Gereja St. Ignatius Cimahi

Pembangunan pertama gedung gereja Santo Ignatius dimulai pada tahun 1906. Sebelum memiliki gedung gereja yang tetap, perayaan ekaristi dilaksanan disebuah ruang kelas Ambonsche di Tagog (SMP N1 Cimahi sekarang). Seorang Vikaris Apostolik Batavia Mgr. Edmundus S. Luypens SJ (1898-1923) melihat kenyataan sarana dan prasarana umat yang kurang memadai , sehingga menganjurkan agar didaerah-daerah yang ada umat katolik di bangun gedung gereja sebagai identitas diri umat katolik.

Gedung Gereja St. Ignatius Cimahi
Dilihat dari Barosweg (Jl. Baros) tahun 1934
Dengan bantuan Pemerintah Hindia belanda, Kerajaan Belanda serta beberapa relawan akhirnya gedung gereja selesai dibangun pada tanggal 20 Desember 1908 dibawah pengawasan Pastor Martinus Timmers SJ dan Pastor Jacobus Van Santen (1907) kemudian diteruskan oleh Pastor Joanes Kremer Sj (1908). Luas bangunan gedung gereja 8x16 meter berbentuk lurus dengan fascade (tampak muka) bergaya neo romantic dengan langit-langit dan jendela berbentuk melengkung. Altar menyatu dengan tabernakel yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran bergaya gothic dengan salib dari baja bertengger di bumbungan gereja, serta mampu menampung umat sekitar 100-150 orang.


Pemberkatan gedung gereja dilakukan pada tanggal 20 Desember 1908 oleh Pastor Joanes Kremer SJ dan diberi nama pelindung Santo Ignatius Loloya. Ignasius adalah Santo (orang suci dalam iman katolik) mantan perwira Kerajaan Spanyol yang menjadi imam dan pendiri Ordo Serikat Jesus (1491-1955). Meskipun pemberkatan gereja dilakukan pada tanggal 20 Desember 1908, hari jadi gereja Santo Ignatius Cimahi di peringati tiap tanggal 31 Juli, sesuai dengan peringatan pesta nama Santo Ignatius Loloya.

Seiring dengan berjalanya waktu maka perkembangan jumlah umat semakin hari semakin bertambah sehingga dianggap perlu untuk memperluas gedung gereja. Pada 30 April 1925 gedung gereja diperpanjang menjadi 8x24 meter. Sementara bentuk gedung gereja seperti salib dengan menara seperti yang kita lihat sekarang adalah hasil pelebaran pada tanggal 31 Juli 1930 oleh Pastor J. De Rooij OSC. Selain pelebaran dan perluasan gedung gereja di bangun juga gedung pastoran dan gedung pertemuan yaitu gedung Sugiyapranoto sekarang, yang peresmiannya di lakukan pada tanggal 2 April 1933 oleh Pastor Mgr. J.H. Goummans OSC.

Posting Komentar untuk "Sejarah Berdirinya Gereja St. Ignatius Cimahi"